Dinamika, Mengajarkanku Arti Sebuah Persaudaraan #2



Aku berada di dalamnya sejak  awal tahun 2011. Kalau dihitung, sekitar 3 tahun sudah aku mengarungi mahligai roda organisasi disini. Cukup lama untuk ukuran mahasiswa yang ditargetkan 4 tahun wisuda. Selain berpikir dan berupaya untuk wisuda tepat waktu, memiliki aktivitas di organisasi kampus adalah suatu hal yang menyenangkan sekaligus memilukan. 
Ada kalanya waktu kuliah terpakai buat mengabdi di organisasi, ada kalanya juga waktu berorganisasi tergunakan untuk kuliah. Keduanya berjalan secara berlanjut dan beriringan. Namun, semua terlewati dengan nyaman dan enjoy. Karena aku menjalaninya dengan ikhlas dan tanpa beban. Yah, aku menjalaninya juga dengan hati. Yakinlah, pasti semua akan berjalan dengan indah.
Awal tahun aku berada disini, tak banyak yang bisa kuperbuat. Karena memang usiaku yang masih terlalu muda untuk terjun ke dalam dunia yang kejam tanpa kompromi. Masih banyak kesalahtindakan yang menemaniku ketika itu. Bingunng harus berbuat apa. Yang aku tahu hanya datang ke sekretariat, duduk, melirik ke kanan dan ke kiri, segan untuk menyapa, apalagi bertanya. Begitulah terhinanya dahulu apa yang aku lakukan. Iya, itu yang aku lakukan 3 tahun yang lalu.

Aku sempat drop dan tak berniat untuk berlanjut. Herannya aku gak tau kenapa harus berhenti dari ini semua. Aku berusaha mengingat betapa sulit masuk ke dalam ini. Akhirnya aku mendapatkan sedikit harapan dari beberapa orang yang peduli. Walaupun dengan kondisi yang memprihatikan, tak banyak bicara dan sedikit bekerja, aku diajak kembali oleh kakak dan abang-abang yang ada di sini. Aku terkesan kala itu. Yah, aku kembali melanjutkan masa indah semasa kuliah dengan menimba di dua wadah yang membentuk karakter dan kepribadianku. Di dalam kelas dan di dalam organisasi ini.

Aku menemukan nilai-nilai persaudaraan yang kental di sini. Satu sama lain saling peduli. Apalagi dengan rekan kerja se-angkatan. Jika ada rekan satu angkatan yang jarang terlihat eksistensinya, baik dari karya maupun kehadirannya dalam setiap agenda, maka setiap dari kami akan menyerbu untuk menanyai perihal apa yang sedang melandanya. Sampai segitunya arti sebuah kepedulian yang dibangun oleh organisasi ini.

Pernah suatu acara, ada salah satu rekan yang tidak diberi izin orangtua untuk mengikutinya. Kami berinisiatif utuk beramai-ramai mendatangi kediaman rekan kami yang tidak diberi izin tersebut, dengan berkomunikasi langsung dan memberikan beberapa pertimbangan, orangtua rekan kamipun memahami dan akhirnya mengizinka. Sampai segitunya kepedulian kami.

Terkadang aku merenung. Aku teringat kejadian-kejadian semasa aku masing menjadi anggota muda. Banyak sekali kenangan yang tak terlupakan. Mulai dari orang yang paing sering kena’ bully, sampai orang yang paling dikangenin*. Itu semua pernah aku alami. (*emang ada yang kangen???).
Salah satu cara yang paling ampuh untuk mengakrabkan diri adalah dengan lelucon. Itulah yang kerap aku alami di sini. Dengan keakraban dan kehangatan suasana, tentu akan lebih mudah untuk kita berkomunikasi. Karena yang paling penting dari sebuah organisasi adalah komunikasi yang baik.

Di penghujung masa keberadaanku di sini aku hanya bisa berdoa. Tidak banyak yang bisa aku perbuat lagi untukmu D. Biarlah apa yang telah diperbuat oleh rekan-rekan seperjuanganku menjadikan kalian kuat untuk menjalani roda kepengurusan tahun depan. Itu harapanku. “ Dan titipkan sebaris doa setelah shalat untuk D”. Mungkin kalimat itu menjadi amat sakral dan mahal harganya. Karena manfaat yang akan diperoleh akan luar biasa dari apa yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Yakinlah, Ini terbukti.

Satu lagi, kata keramat yang akan aku ingat dari sini adalah “Organisasi ini dibangun tidak hanya karena sistemnya yang bagus, namun kekeluargaannya juga patut diberikan apresiasi.”
Dinamika, Mengajarkanku Arti Sebuah Persaudaraan #2 Dinamika, Mengajarkanku Arti Sebuah Persaudaraan #2 Reviewed by Bambang Edi Susilo on Sunday, November 02, 2014 Rating: 5

Post AD

home ads