Dosen Harus Amanah

Sebagai mahasiswa, hak kita adalah mendapatkan materi ajar dari setiap dosen yang mengajar di kelas. Setiap hari kita sebagai mahasiswa bangun pagi mempersiapkan diri untuk berangkat menuju ke kampus demi mendapatkan transferan ilmu dari sang pengampu. Banyak pengorbanan yang harus dikeluarkan demi satu tujuan, mengecap pendidikan demi merubah nasib diri sendiri dan keluarga. 

Namun, kerap sekali setelah sampai di kampus dan menunggu di dalam kelas, dosenpun tak kunjung datang. Saat dikonfirmasi ke ruang piket dosen, jawabannya tidak pasti. Ada yang punya urusan di luar, diklat, pelatihan, bahkan sekedar nongkrong-nongkrong di kantin bersama rekan dosen yang lain. Ini suatu kesalahan. Ini suat pembodohan intelektual. Ini pelanggaran HAM. 

Mahasiswa punya hak mendapatkan pendidikannya. Percuma aja mahasiswa membayar uang kuliah di awal, namun kenyataannya masih banyak dose yang tidak bertanggungjawab dan amanah memberikan kewajibannya untuk mengajar. Jangan bodohi kami dengan alasan klasik itu pak dosen, buk dosen. Kami muak mendengar alasan itu.

Belum lagi kontrak kuliah yang terkadang membebani mahasiswanya. Banyak dari kontrak yang ditawarkan oleh beberapa dosen tidak adil. Contohnya saja untuk toleransi keterlambatan, dosen diberi jatah yang lebih banyak waktunya. Ini apa? Apa suatu kesengajaan. Seharusnya dosen mendidik mahasiswanya untuk disiplin. Bukan malah memberikan waktu korupsi.

Ada lagi beberapa kasus yang cukup mengesalkan. Memang si dosen ini masuk kelas. Namun setelah memberikan pokok materi selama 10 menit, ia permisi dan mempersilahkan mahasiswanya untuk berdiskusi sendiri. Yang parahnya lagi ia tidak balik lagi ke kelas untuk mengecek diskusi tersebut. Sebagai mahasiswa, aku kecewa dengan tindakan dosen yang semena-mena ini.

Seharusnya sebagai seorang pendidik yang beerintelektual tinggi bisa amanah dan tanggungjawab. Dosen harus menjadi panutan dan contoh bagi mahasiswanya. Sikap disiplin harus dimulai dari diri pribadinya. 

Dosen Harus Amanah Dosen Harus Amanah Reviewed by Bambang Edi Susilo on Thursday, September 18, 2014 Rating: 5

Post AD

home ads