Keep Calm, Bro Hafidz (6)

Aku sempat bercita-cita jadi hafidz 30 juz di kala MTs dahulu. Namun dengan berbagai alasan yang tak masuk akal dan di luar nalar, akhirnya cita-cita tersebut tak kesampaian. Akhirnya aku jadi tukang pernis. Hahaha. Canda

Oiya, sebenarnya aku mau cerita tentang salah seorang Widyaiswara yang ada di BDK, namun aku urungkan untuk episode kali ini. karena sosok yang bakal aku ceritakan kali ini sangat misterius sekaligus fenomenal. Haha. 

Selain karena ia sosok yang irit bicara, ia juga punya kharisma dalam bersikap dimanapun berada. Dan sayangnya, para ughtea-ughtea (ukhti) yang sempat jatuh hati padanya harus buru-buru gigit jari. Karena minggu lalu ia baru saja melangsungkan pernikahan. Yaaaaaah, penonton kecewa.

Oke, gak usah berlarut-larut dalam kesedihan ya ughtea, karena akan lahir sosok-sosok berikutnya yang sama seperti dia. Minimal tampangnya lah yaa. Beda tipis kok sama penulis amatir yang coretannya sedang kalian nikmati saat ini, uhuk-uhuk.

Oiya, aku udah doain ustadz ya kemarin pas kirim video resepsi di grup. Jadi kayaknya pemborosan kalau diulangi lagi di tulisan ini. Namun, karena karena alasan yang tak perlu disebutkan, gak ada salahnya juga sih diucapkan lagi.

Barakallahulakum ya Ustadz Fauzul dan Elsya. Semoga jadi keluarga yang selalu dirahmati Allah SWT. Aamiin. Singkat, padat, jelas kan doanya ustadz. Hahaha. Disesuaikan juga dengan orangnya. Karena ustadz orangnya simpel dan sederhana. Eh, iya gak sih? Sok pande-pandean menilai orang hahaha.


Sosok Ustadz Fauzul memang tak banyak menyita perhatian saat latsar, namun selepas latsar, aku yakin bidadari bidadari A30 bakalan berdebar-debar saat terlintas nama ustadz. Karena pas di penutupan Latsar, Ustadz sengaja ditunjuk rekan-rekan untuk membacakan ayat pembuka kegiatan. Bukan aku ya ustadz yang menunjuk nama ustadz ke panitia, tapi rekan-rekan. Aku cuma mengangguk mengiyakan aja, upss. Hahaha.

Sosok ini juga sangat setia kawan lho, dia bela-belain ikut ke lapangan futsal di Sunggal untuk meramaikan pertandingan akbar antara A30 dengan A29 meskipun dia tak ikut menjadi petanding. Meski hanya jadi penonton, doanya maqbul, karena A30 secara kualitas permainan dan terlihat secara kasat mata memenangkan pertandingan. Esssseh...

Selain itu, sosok Ustadz Fauzul juga cerminan dari seorang pria sejati. Al-Qur’an aja dia jaga, apalagi wanita yang ia sayangi, ah Sudahlah. Makin meronta-ronta jiwaku menuliskan tentang ini. hahaha. (mengutip kalimat Bang Ja’far)

Oiya, doain ya ustadz buat kami-kami yang masih setia dengan kesendirian supaya move-on untuk memilih berdua. Karena lagi-lagi ternyata sendiri itu melelahkan. Iya bener sangat-sangat melelahkan. Hahahha

Oke, mungkin sekian dulu cerita tentang ustadz Fauzul. Di lain waktu dan kesempatan jika ada umur yang panjang dan budget yang seimbang, bisa kita diskusikan lagi kontrak kerjasamanya. Manatau ustadz mau dibikinkan biografi hidup ya kan. Hahaha. 

Sebelumnya mohon izin ya Ustadz atas kelancangan yang tak terdefenisikan ini. mudah-mudahan kita senantiasa diberi kemudahan dalam menjalankan aktivitas.

Keep Calm, Bro Hafidz (6) Keep Calm, Bro Hafidz (6) Reviewed by Bembengers on Kamis, Januari 16, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar

Post AD

home ads