Dipertemukan di Latsar, Semua Karena Takdir-Nya

Aku tak pernah menyangka bisa berkumpul bersama 34 rekan-rekan lainnya di Latsar CPNS di penghujung 2019 lalu. Bahkan untuk menjadi seorang ASN saja tak bakal mengira sebelumnya. Memang benar bahwa takdir Allah, kita takkan pernah menyangka. 

Tahun lalu aku hanyalah seorang Admin Order di salah satu marketplace Pakaian Muslimah yang berlokasi di Tanah Abang, Jakarta. Kini, aku bisa menjadi seorang ASN berseragam lengkap dengan Nametag bertinta warna emas di dada sebelah kiri dan memakai pin Korpri di sebelah kanan.

Secara kasat mata, menjadi ASN itu adalah profesi yang paling diminati di negara +62 ini. bayangkan saja, tiap penerimaan CPNS jumlah pendaftarnya tak pernah sepi. Tahun 2018 saja jumlah pendaftar mencapai 4 juta lebih dengan jumlah formasi 200 ribuan. Tahun ini (2020) bahkan formasi yang disediakan hanya sekitar 100 ribuan lebih dengan jumlah pendaftar hingga 5 jutaan orang. Tentu persaingan lebih ketat lagi.

Maka, kita 35 orang yang tergabung di Angkatan XXX Latsar CPNS patut bersyukur atas nikmat yang tak semua orang bisa miliki. Tentu rasa syukur tersebut tak hanya tersemat dalam hati maupun lisan semata, namun juga dibarengi dengan tanggungjawab nyata dengan amanah baru yang diberikan.

Jadilah lilin yang mampu menyinari sekeliling. Meskipun pada akhirnya mati, manfaatnya pernah dirasakan sekitar. Dan jadilah seperti emas, meskipun dicampakan di tempat yang hina sekalipun, nilai dan marwahnya tetaplah sebagai emas.

Kita yang mayoritas adalah CPNS Tahap III pernah merasakan penantian panjang menanti SK. Kita juga pernah diragukan kelulusan CPNS nya oleh tetangga karena mendekam di rumah selama hampir 9 bulan lamanya. Kita juga pernah was was bakalan digagalkan kelulusannya karena suatu hal yang bertentangan dengan ketentuan pansel SSCN.
Wajah pembukaan Latsar, masih anggun dan rupawan

Kita Dipertemukan Karena Takdir
Akhirnya setelah sekian lama menanti, kita dipertemukan di 2 September 2019 di Kanwil Sumut dan 21 Oktober 2019 di Hotel Griya. Tak ada yang menduga kita bakalan menimba ilmu dan pengalaman bersama selama lebih kurang 24 hari selama on campus. Bertemu dengan berbagai ragam jenis insan cendikia dari daerah dan suku yang berbeda-beda. Lagi-lagi ini adalah Takdir-Nya.

Ada yang memang berlatar belakang sebagai tenaga pendidik, namun ada juga yang berasal dari nondik. Tentu keberagaman ini menjadikan suasana kebersamaan menjadi terasa hangat dan akrab. Karena masing-masing dari kita berbaur dan bertegur sapa tentang pengalamannya masing-masing yang tentu unik dan sarat akan makna kehidupan.
Ecek eceknya senam, padahal males kali mau bangun. Tapi mesti ikhlas dijalani, demi lulus Latsar, kwkwkw

Suka dan duka kita nikmati bersama. Mendapat kasur yang empuk dan AC yang lumayan membuat badan menggigil, bahkan ada yang masuk angin dan demam, colek ustadz Khoir. Ada juga yang terlalu nyaman tidur hingga sering terlambat ikut senam pagi, namun giliran sarapan, paling cepat muncul di meja makan.  Tak perlu disebutkan namanya, kita sudah sama sama tahu, upss.

Belum lagi ketika apel pagi dan apel malam. Ada yang selalu mesti ditelpon-telpon dulu baru turun ke lapangan untuk ikut apel. Udah kayak pejabat eselon atas lah. Ah, banyak momen yang mesti diceritakan dan bisa dijadikan kenang-kenangan sebagai bekal di satker masing-masing. Namun tentu aku tak bisa sendirian menuliskan momen dan cerita-cerita unik dan menarik selama latsar. Aku butuh kalian yang juga mau menerima tantangan menuliskannya.
Klalian pada tau lah ya kan siapa yang paling cepat muncul di meja makan

Siapa tau, jika naskah terkumpul bisa kita publikasikan dalam bentuk sebuah karya buku. Gimana gimana, aku tunggu kisah menarik dari kita semua. 

Untuk kalian (A30) yang terlalu betah mengendap di dalam pikiran dan doaku.

Dipertemukan di Latsar, Semua Karena Takdir-Nya Dipertemukan di Latsar, Semua Karena Takdir-Nya Reviewed by Bembengers on Rabu, Januari 08, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar

Post AD

home ads