Tentangmu di Mataku (2)

Cerita 2
Selama latsar 18 hari plus 3 hari di Hotel Gri*a, tentulah ada banyak kenangan yang tertinggal disana. Termasuk iler yang menempel di sarung bantal hotel. Hahaha. Kalau rekan sekamarku, Riki - sudah pastilah bantal yang digunakannya terpampang lukisan kepulauan NKRI. Becanda Ki kwkw.


Tak hanya kenangan yang tersimpan di dalam diri masing-masing, seperti rebutan tempat tidur yang gede karena emang kita ada bertiga dalam sekamar. Sedangkan bed nya ada yang hanya disediakan 2 buah saja dengan ukuran yang berbeda. Selain itu kita juga sering rebutan kamar mandi karena ada satu rekan kita yang sangat lama sekali kalau sudah masuk ke dalam kamar mandi.

Namun dari beberapa kenangan yang mungkin teman-teman nikmati, ada hal yang pasti dijadikan teladan. Baik tutur katanya yang sopan dan menyentuh juga perilakunya yang mengetuk pintu hati kita untuk berbuat kebaikan selama latsar. Tak hanya itu, wawasannya tentang pendidikan yang memang menjadi konsen kita saat ini juga patut diacungi jempol.

Kapan Diet ki?


Tentu masing-masing kita memiliki ingatan tersendiri kepada salah seorang yang ada di A30. Misalnya aku yang hampir tiap malam tak bisa nyenyak tidur karena suara tawon yang sahut-sahutan, eh maksudnya suara orang lagi tidur sahut-sahutan. Walaupun begitu, itu menjadi musik pengantar di kala jelang tidur.

Yah, lagi lagi Riki menjadi aktor penting selama latsar di Gri*a. Selain orangnya humble pada siapa saja, dia juga sangat setia kawan kepada siapapun yang sudah ia kenal. Maka tak heran, ia sering tipuin orang. Eh, gak kok. Upss..Oiya pertahanin tuh kesetiawakawananmu Ki, lanjutkan.

Ehhm - foto by Latifahtul Husna
Selain itu, tentu Adek Via menjadi begitu penting keberadaannya selama latsar. Selain emang karena ia ditunjuk rekan-rekan sekalian menjadi partnerku memanajemen kelas, ia juga punya kepedulian yang tinggi kepada rekan-rekan satu angkatannya. Meskipun dia gak peduli samaku, hiks. Eh, gak deng sebenarnya peduli, Cuma malu-malu menunjukkannya. Peace dek. Abang lagi bohong ini kok.

Oiya, Adek Via juga fast respon ketika abang minta tolong sesuatu. tentunya yang berkaitan dengan kepentingan kelas. Sering-sering ya kita satu tim, termasuk satu tim dalam memanajemen anak-anak (x.x.) nanti. eh

Oiya dek, pesan abang jadilah wanita yang tegas dan kuat. Karena laki-laki zaman sekarang kadang gak ada OT*Knya. Jadi sebelum adek dijahatin, adek harus jahatin dia duluan, kwkwkw. Apasih. Skiip aja yang ini.

Sebenarnya banyak sih kejadian lucu sekaligus absurd yang kita alami selama latsar, tapi nanti aja lah diceritakan langsung ya, gak enak nanti tau yang lain. Nanti ada yang cemburu pulak, Si Riki, kwkwkw.

Oke mungkin cerita tentang Riki dan Dek Via kita cukupkan sampai disini. Nanti kita sambung lagi dalam kesempatan lain. Oh iya, bagi rekan-rekan sekalian yang pengen dikupas tuntas selama latsar dari sudut pandang pribadi bisa komen di postingan ini. tentunya ini hanya sekedar kenang-kenangan buat kita terkhusus penulis pribadi. 

Karena kenangan ada untuk disyukuri dan dinikmati. Ambil yang baiknya, buang yang buruknya. Karena setiap dari kita adalah unik, beda dan pasti ada nilai kebaikan yang bisa diteladani. Kuy..Salam cinta buat kalian.

Tentangmu di Mataku (2) Tentangmu di Mataku (2) Reviewed by Bembengers on Kamis, Januari 09, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar

Berkomentarlah yang sopan dan bijak..

Post AD

home ads