Mulai Dari Mana? (8)

Cerita 8
Oiya, sebelum aku mulai meng-Ghibah, izinkan aku memberitahukan infromasi penting terlebih dahulu. informasi yang menjadi barometer untuk postingan selanjutnya. Biar gak salah paham dan merasa terdiskriminasi. Apaan sih Bambank. 

Iya jadi, sebenarnya alasan urutan dari rekan-rekan yang dighibahin bukan karena kedekatan emosional, melainkan karena pas hai itulah ide tentang rekan-rekan muncul. Misalnya pas kebetulan kemarin Dek Latifah ultah, kemudian pas Bang Fadhiel dkk menikah, dan beberapa alasan lainnya.

Jadi jangan berprasangka lain terlebih dahulu yaa, karena ini murni niatnya untuk saling mengingat memori yang pernah dijalani, saling mendoakan jika terlintas di benak tentang kita semua. Harapannya sih itu. kalaupun ada bonusnya, seperti ada keluarga baru yang muncul dari angkatan kita ini. mari kita jadikan sebagai penguat persaudaraan yang telah terjalin.

 Oke baik, kali ini aku mulai bingung menentukan siapa sosok yang mau di-Ghibahin. Karena selain kesibukan yang hampir menyita waktuku bersama laptop kesayangan. Juga karena begitu berkesannya rekan-rekan semua di lubuk hati terdalam.  Sehingga kebingungan mulai kembali mendekam.

Ok, baik. Biarkan aku merenung 5 detik. 1...........2............3..........4........5

Aku sudah dapat sosoknya. Dia baru nikah juga Desember tahun lalu. enaklah yang udah nikah itu. Bisa makan sepiring berdua, tidur berdua, mandi berdua, eh. Oiya dia sosok yang humble dan ramah kepada siapa saja. Selain itu, jiwa ramenya cukup membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Tak hanya karena candaan yang menjurus hiburan, juga sesekali curhatannnya yang mengharukan, hingga tak jarang ia meneteskan air mata saat bercerita tentang kisah sedih yang mengharu biru.

Tak hanya dia yang bercerita sambil meneteskan air mata, rekan-rekan yang mendengarkan juga. Gak tau ntah karena pura-pura sedih juga atau apalah. Upps..peace Fany.

Ok, cerita sedihnya sudah sleesai ya. Karena sekarang dia sudah gak sedih lagi. Ada pundak yang setia menemani di kala ia butuh sandaran. Ada solusi yang diberikan di kala ia sedang butuh masukan. Iya, suami tercintanya. Semoga kelen langgeng hingga ke anak cucu, cicit dst.

Oke, Ghibah selanjutnya tentang kumpul-kumpul kita selepas latsar pertama dan kedua. Yah dia orangnya rame dan asik diajak seru-seruan. Buktinya pas latsar kemarin, sebelum kami pulang ke satker masing masing, menyempatkan untuk nonton bareng di Millenium XXI yang dikahairi dengan makan nas goreng di Rumah Riki.

Dilanjutkan dengan latsar kedua, kami makan steak kemudian dilanjutkan dengan karaoke-an. Yah, kalau diajak hedon, memang dialah juaranya. Kwkwkw. Namun tak hanya mudharatnya yang kita jadikan acuan, namun kekompakan dan keakraban lah yang sebenarnya menjadi tujuan. Ashiap..

Oke, mungkin sekian dulu cerita tentang Sefany Roza. Mohon maaf atas keghibahan iani. Namun yakinlah, dari setiap huruf yang terketik, ada pelajaran dan kenangan yang bisa kita petik. Salam Bembengers.

Mulai Dari Mana? (8) Mulai Dari Mana? (8) Reviewed by Bembengers on Selasa, Januari 21, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar

Berkomentarlah yang sopan dan bijak..

Post AD

home ads