Masih Penuh Tanda Tanya #6 Wanita Kemarin

Baca serial sebelumnya ya gaes
1. Dia
3. Resto Kebetulan
4. Temu Namun Tak Menyapa
5. Apakah Wanita itu Sudah Dipinang?
.
.
.
Pagi ini Derly tak berniat pergi ke kampus. Ia mengabaikan agenda rapat mingguan yang sebenarnya urgen untuk dilewatkan. Sebenarnya ia sedikit kurang sehat. Hanya saja ia beralasan ada acara keluarga hari ini hingga tak ikut hadir rapat. Dan ternyata alasan tersebut dapat digunakan. Ia sadar kalau hari ini berniat menujumpai panitia nobar kemarin. Ia ingin tau alamat wanita yang kebetulan menjadi pembedah film pendek kemarin.

Setelah janji ketemu di Coffeeholic tempat biasa Derly nongkrong, ia bergegas melaju motor kesayangannya meuju cafe. Ternyata Dodi, panitia acara kemarin sudah menunggu. Ia membuka notebook dan langsung menunjukkan kepada Derly profil singkat wanita tersebut. Lantas Derly terkejut ternyata wanita yang selama ini ia ingin ajak ngobrol ternyata adik kelasnya di kampus. Sebenarnya ia sudah mengira, namun belum yakin.

Setelah menyimpan kontak WhatsApp wanita tersebut dan menghabiskan segelas arabica latte, Derly dan Dodi pulang ke rumah masing-masing. Ia pun ingin bergegas sampai di rumah karena waktu sudah cukup sore. Namun tak lupa ia berhenti di masjid kampus untuk menunaikan shalat Ashar.
Masjid adalah tempat yang paling nyaman curhat perihal kehidupan. Derly sudah terbiasa sejak kecil pergi ke masjid saat sholat maghrib dan subuh. Hingga kini kebiasaan baik tersebut masih melekat, bahkan ke 4 sholat wajib kecuali subuh, karena Ia biasanya shalat subuh tidak tepat waktu. Kalau ini kebiasaan buruk Derly yang tidak boleh ditiru.

Di masjid, Derly tak sengaja bertemu dengan teman magangnya saat di salah satu bank dekat kampus. Sedikit mengobrol, ia mengatakan kalau tak bisa berlama karena ia harus mengikuti kajian keakhwatan di masjid. Oh, Derly langsung meminta maaf dan mempersilahkan ia untuk masuk masjid bagian akhwat.

Saat hendak berjalan menuju loker sepatu, Derly tersandung dengan sebuah benda yang hampir membuatnya jatuh. Ternyata ada setumpuk buku tebal yang tak sengaja ia tabrak. Ia melihat ke arah si pemilik buku, ternyata wajahnya tak asing. Seorang wanita menggunakan gamis pink dan bercadar.
Derly langsung meminta maaf dan menyusun kembali buku-buku yang berpindah posisi dan sedikit berserakan. Namun dengan segeraia berkata,”Maaf gpp mas biar saya saja  yang bereskan. Lagian saya mau masuk ke dalam masjid. Kajiannya sudah mau dimulai. Ntar dilihat muallim saya malu.”

Wanita tersebut berdiri dan mengambil barang-barangnya di lantai dan masuk ke dalam masjid. Namun Derly ingat betul suara wanita tersebut wanita yang bukunya ia jatuhkan di perpustakaan beberapa hari yang lalu, wanita yang tidak sengaja berjumpa di cafe tempat biasa ia nongkrong, sama sama menjadi komentator pada kegiatan bedah film pendek kemarin malam.

Dunia benar benar begitu sempit. Namun masih saja Derly tak punya kesempatan untuk sekedar memperkenalkan diri dan bermaksud meminta maaf. Karena masih ada kertas yang harusnya ia kembalikan kepada wanita tersebut.


Masih Penuh Tanda Tanya #6 Wanita Kemarin Masih Penuh Tanda Tanya #6 Wanita Kemarin Reviewed by Bembengers on Jumat, Maret 08, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar

Berkomentarlah yang sopan dan bijak..

Post AD

home ads