Gagal, Siapa Takut!!!!

Sulit emang ngejalanin beberapa aktivitas dalam hidup ini. Apalagi aktivitas tersebut terkadang terjadwal pada waktu yang sama. Mesti pinter-pinter ambil keputusan. Mana yang lebih prioritas harus didahulukan. Namun sepertinya pasti ada yang dikorbankan. Ya, itu emang pilihan sulit. Antara pilih ibu dan ayah. Pasti bingung mau pilih apa. Semua orang juga bakalan gak bisa nentuin pilihan itu. Lebay ya, sampe pake analogi ibu dan ayah. Hahaha.

Tapi kayaknya untuk ukuran mahasiswa mesti kudu beraktivitas loh. Selain mengembangkan kepribadian juga menambah relasi dalam bersosialisasi. Banyak orang sukses diusia muda dengan mengandalkan relasi. Sebut Syafi’i Efendi. Diusia yang masih terhitung muda, ia telah sukses meniti karir sebagai CeO beberapa perusahaan dan motivator muda tersukses di Indonesia. Emang ia memulai dengan banting keringat dan ejekan dari teman-temannya untuk sukses. Ia melewati fase terburuk dalam hidupnya ketika itu. Namun, coba lihat saat ini. Siapa yang gak kenal dengan Syafi’i Effendi khususnya di Medan.

Banyak segelintir orang yang sukses jika dilihat dari masa mudanya. Biasanya orang-orang sukses itu terlahir berbeda dengan yang lainnya. Ia akan punya semangat yang tinggi untuk berkembang. Dia juga dapat begaul dengan siapa saja tanpa pandang bulu. Baik dari pejabat maupun kepala perampok ia akan ambil ilmu dari mereka. Orang sukses bisa belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Ia mau mendengar siapa saja yang memberikan kritik untuk dirinya, bahkan anak-anak sekalipun.

Aktivitas yang dilakukan orang suksespun sedikit berbeda. Ia lebih suka hal-hal menantang yang ada di depannya. Ia lebih suka berkeliaran ke penjuru dan pelosok negeri demi mencari pengalaman. Karena ia tahu betul bahwa pengalaman sangat berperan penting dalam pembentukan karakternya.

Satu lagi, orang sukses akan meminimalisirkan waktu yang tidak bermanfaat untuk disulap menjadi waktu yang bermanfaat. Misalnya ia akan mengurangi jam main-main kelerang bersama anak-anak di sekitar komplek dengan diskusi bersama teman-teman bahkan orang yang lebih banyak pengalamannya ketimbang dirinya.
Orang sukses juga siap gagal lebih awal dalam mencoba sesuatu hal. Ia lebih suka gagal daripada tidak mencoba sama sekali. Karena ia tahu, setiap kegagalan yang ia alami akan menambah pengalamannya untuk ke depan. Bagaimana kegagalan tersebut akan dijadikannya pelajaran.

Sama halnya dengan Alfa Edison yang telah melewati tahap kegagalan berulang-ulang. Seharusnya kita jangan terlalu cepat meyerah untuk mencoba lagi. Seharusnya kita contoh karakter Edison yang punya semangat dalam melewati kegagalan.


So, beraksi lebih besar dan lebih banyak dari orang lain untuk kesuksesanmu. Karena orang yang sukses itu lebih banyak mencoba dan mencoba lalu gagal dan mencoba lagi untuk kesekian kalinya barulah menemukan titik keberhasilan dan  cahaya kesuksesan. Karena kita tidak akan pernah tau takdir tuhan yang kapan saja memberikan dampak dari kerja keras kita. Karena tuhan takkan pernah melepas pegawasan untuk makhluknya yang pekerja keras.

#anaklitbangjugapunyasemangatnulis




Gagal, Siapa Takut!!!! Gagal, Siapa Takut!!!! Reviewed by Bambang Edi Susilo on Friday, April 04, 2014 Rating: 5

Post AD

home ads