Ramadhan Tiba, Tingkah Laku Kudu Dijaga

Google
oleh Bambang Edi Susilo
Tak lama lagi umat muslin sedunia akan menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Baik itu muda dan tua, kaya dan miskin, pintar dan kurang pintar, asal berlabel Islam akan sangat gembira menyambut datangnya bulan ramadhan. Mengapa begitu, bulan yang hanya setiap setahun kita jumpai 29 atau 30 hari ini banyak memberikan dampak positif bagi kehidupan umat Muslim itu sendiri. Bahkan dampaknya positifnya dapat berpengaruh di 11 bulan berikutnya. Amazing kan sob.

Emang apaan dampak positifnya sob? Salah satunya adalah penjagaan sikap dan tingkah laku. Di bulan ramadhan disiplin tingkah laku adalah harga mati. Coba bayangkan ketika berpuasa, kita tetap menceritakan aib orang lain, mengumpat teman-teman kita, menghabiskan waktu dengan aktivitas yang sia-sia. Semua aktivitas tersebut dapat kita minimalisir jika melihat begitu luar biasanya setiap detik yang terkandung di dalam bulan suci ramadhan.

Karena setiap amal kebaikan yang kita lakukan di bulan suci ramadhan dilipatgandakan oleh Allah Ta’ala. Contohnya kita membaca al-Qur’an setiap selesai shalat 5 waktu. Hitung saja ada berapa huruf yang dibaca dari ayat atau surah tersebut. Segitulah jumlah pahala yang kita terima. Subhanallah kan sob. Makanya, sebelum ramadhan tiba, latihan dari sekarang. Biar kagak canggung nantinya.

Pasti dari kita banyak melaksanakan amalan sunnah di bulan suci ramadhan. Kita biasanya setiap shalat selalu membaca al-Qur’an, pergi ke mesjid untuk shalat berjama’ah, shalat tarawih dan witir, zikirnya diperbanyak, qiyamul lail diperlama. Namun, banyak sekali dari kita yang tidak meneruskan amalan tersebut di sebelas (11) bulan berikutnya. Bisa dibilang ibadah musiman. Maunya ya jangan begitu. Kalau bisa sepeninggal bulan ramadhan, ibadah kita kudu meningkat. Ya kan?

Menjadi Pribadi Sabar

Bulan ramadhan akan menciptakan pribadi yang sabar. Buktinya, kita gak pernah berbuka puasa sebelum masuk waktunya. Kita juga dengan senang hati melaksanakan ibadah yang banyak tanpa mengeluh. Apalagi ketika shalat tarawih dengan imam yang membawakan surah-surah lumayan panjang, toh kita tetap sabar. Kita lihat seorang ibu yang memasak makanan untuk sahur dan berbuka, ia sabar tidak makan duluan dan menunggu suami dan anak-anaknya untuk makan bersama.

Kita senantiasa bersabar untuk meksanakan rangkaian aktivitas yang dijalani di bulan suci ramadhan. Hal ini berdampak baik bagi sikap kita kepada sesama. Kita jadi gak gampang marah ketika ada yang menjahili. Karena kesabara tadi kuncinya.

Peduli Sesama

Selain itu, di bulan suci ramadhan kita dituntut untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Masih banyak orang-orang di sekeliling kita yang membutuhkan uluran tangan. Contoh dekatnya saja kita dapat memberi makan para pengemis ataupun para jompo yang sudah tidak sanggup untuk mencari nafkah lagi. Bisa juga mendonasikan kepada rumah yatim yang ada disekitar tepat tinggal kita. Karena, nikmat untuk mendapatkan kesejahteraan itu milik kita semua loh. Masak sanggup liat orang lain kesusahan kita sendiri hidup penuh dengan bergelimpangan harta. Mari berbagi dong.

Membangun kepedulian inilah yang harusnya menjadi tradisi bagi umat muslim. Tidak hanya di bulan ramadhan saja kepedulian tersebut timbul. Melainkan di bulan-bulan lainnya juga harus lebih dijaga. Karena, meghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang tinggi akan sangat mudah untuk kita lakukan, namun yang sulit adalah menjaga agar nilai tersebut akan tetap tinggi di bulan-bulan berikutnya yang terkadang sangat sulit.

Momen Pengabdian

Bulan suci ramadhan sebenarnya mengajak kita untuk belajar memaknai hidup. Bahwa hidup ini tidak seenaknya saja milik pribadi. Namun hidup ini milik Allah. Bayangkan saja jika umur kita dicabut sebelum datangnya bulan ramadhan?? Mau bilang apa kita coba! Oleh karena itu, bulan suci ramadhan diperuntukkan kepada ­umat muslim dalam rangka pengabdian seorang hamba kepada tuhannya. Karena selama ini telah banyak menggunakan fasilitas tuhan secara ­free. ­­­

Jadi, untuk menebus segala nikmat yang tercurah kepada kita semua, momen ramadhan dirasa sangat tepat untuk mengabdikan diri kepada-Nya. Walaupun tidak sebanding, harapannya dapat memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sehingga bulan suci ramadhan menjadi pembelajaran nyata di kehidupan.

Uraian di atas bukan maksud menggurui ataupun menceramahi. Bahkan penulis sendiri belum bisa mengendalikan tingkah laku yang positif di bulan ramadhan. Oleh sebab itu mari sama-sama kita jaga tingkah laku kita agar datangnya bulan ramadhan semakin menambah ketaqwaan kita kepada sang khalik sesuai dengan Qur’an Surah Al-Baqarah:183.


*Penulis adalah Alumni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (FGMI) UIN Sumatera Utara dan General Manager di www.semangattarbiyah.com
Ramadhan Tiba, Tingkah Laku Kudu Dijaga Ramadhan Tiba, Tingkah Laku Kudu Dijaga Reviewed by Bambang Edi Susilo on Wednesday, June 17, 2015 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads