Pria Berteman Sepi

Foto: Dokumen Pribadi
Jangan anggap seorang pria itu tak punya hati. Di balik ketegasannya dalam bertindak, Ia menyimpan seonggok nurani yang siap menggenapi logika di dalam sanubari. Ia terlihat sosialis ketika berhadapan dengan lawan bicaranya, namun jangan heran ia akan bersedih haru saat melihat  wanita yang ia kasihi menitikkan air mata.

Pria tampak anggun ketika berbicara, kekhasannya terlihat jelas dari tiap butir kata dalam penyampaian aksara – berisi dan bermakna. Wanita mana yang tak terbelalak ketika mendengarnya. Saat di atas permadani, mungkin saja bisa tak tidur ketika terngiang intonasi suaranya. Karena daya pikat yang begitu menggelora.

Pria enggan menyakiti wanita karena ditakdirkan untuk menjaga. Sejahat apapun ia diperlakukan oleh seterunya, dia takkan membalas dengan perlakuan hina. Namun jika ada yang bertindak kriminal atas segala upaya, coba lihat kembali ia pria tau lelaki, karena sangat jelas itu berbeda. Pria memiliki kemapanan dalam bersusila. Sedangkan lelaki, ah sudahlah... tak perlu panjang lebar untuk menjelakannya.

Namun dari sekian sisi positif dari seorang pria sejati, ada satu hal yang tak banyak diketahui. Bahkan oleh sahabat-sahabatnya sendiri. Dalam kesepiannya ia merenung tentang arti menyendiri. Di kala sepi, tak banyak yang menyadari. Bahwa sesungguhnya pada saat itulah ia akan memaknai arti sebuah kehidupan yang hakiki.

Pria sejati akan setia menanti takdir dari sang Illahi. Ia tak ingin mendahului kehendak pribadi. Apalagi mengedepankan nafsu dan emosi. Ia akan bersabar hingga waktu yang ditetapkan menghampiri. Makanya pria tak keberatan jika harus menyendiri. Bahkan penantian yang tak kunjung henti.

Pria yakin suatu hari nanti. Akan datang pelipur lara di kehidupan singkatnya. Dan itulah yang dinamakan takdir. Karena tak ada sesuatu  yang lebih indah dari pada campur tangan sang Illahi.






Pria Berteman Sepi Pria Berteman Sepi Reviewed by Bambang Edi Susilo on Thursday, May 26, 2016 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads