Pokoknya Aku Suka Nonton Bola. (TITIK)


Setiap orang memiliki hobi yang berbeda-beda. Namun tak jarang ada juga  yang sama. Sama halnya aku yang berhobi menonton pertandingan sepakbola. Mungkin hobi ini terbilang wajar. Karena banyak manusia di belahan bumi barat hingga timur pasti ada yang memiliki hobi yang sama denganku. Oleh sebab itu, berbahagialah wahai manusia yang berhobi menonton bola, kita memiliki teman di sekeliling jagat bumi ini. Jadi, kesimpulannya, hobi menonton bola itu wajar dan jangan disalahkan. Selama tidak mengganggu kewajiban sebagai seorang hamba yang dhoif. Itu intinya.
Terkadang aku kesal dengan ortuku yang seringg marah-marah karena aku bangun malam untuk menonton bola, padahal aku menontonnya setelah melaksanakan tahajjud. Ceile, pake qiyamul lail segala. Iya, kata mamakku,
”Kau jangan suka nonton bola tengah malam kenapa Mbang?” Udahlah kau kurus. Tambah kuruslah kau karena kurang tidur” ungkapnya.
Mendengar itu aku hanya menjawab,” Iya mak, lagian kan gak menyusahkan mamak,”sergahku simpel.
“Ndasmu itu, gak bisa tidur mamak kau buat karena berisik akibat suara TV tu,” balas mamakku.
“Yah, kalau itu di luar kendali lah mak, masak gak ada suaranya nonton bola, manalah seru,” sergahku lagi.
Akhirnya aku melengos pergi meninggalkan mamakku yang masih mengomel. Walaupun sering bangun pagi untuk menonton pertandingan sepakbola, aku lebih suka menonton di rumah saja. Gak pernah nonton bareng di luar. Karena bisa merepotkan diri sendiri. Selain aku gak bisa sambil tiduran, begitu juga aku gak bisa kena angin malam yang bisa menusuk tulangku dengan bebas.
***
Awalnya aku menonton bola pada tahun 2002. Tahun itulah aku mencoba untuk menyukai pertandingan sepakbola. Kala itu pertandingan antara Brasil vs Jerman di Final Piala Dunia. Aku gak tau sih pemain yang bertanding siapa aja. Yang pasti di pertandingan tersebut, Ronaldo menjadi bintangnya. Dia mencetak gol kemenangan untuk memperoleh gelar juara kelima Brazil di gelaran piala dunia.
Namun setelah piala dunia berakhir, aku tak menonton pertandingan sepakbola lagi hingga tahun 2005. Aku juga melewatkan gelaran Piala Eropa 2004 yang dimenangkan Yunani secara dramatis melawan Portugal di final. aku mengetahui Piala Eropa karena memungut Tabloid Bola yang berceceran untuk dijadikan alas kue buatan mamakku. Akhirnya aku menyambung satu persatu halaman yang ada dan menjilidnya kembali menjadi sebuah tabloid yang utuh. Tabloid kala itu edisi khusus ulasan hasil pertandingan seluruh pertandingan Piala Eropa 2004.
Aku melihat dan menganalisis setiap pemain yang bertanding. Aku menemukan pemain-pemain yang pernah terdengar di saluran TV. Seperti David Beckham, Zinedine Zidane, Luis Figo. Aku menemukan nama-nama mereka di line-up starting pada tabloid tersebut. Aku mulai hobi membaca ulasan sepakbola. Sejak saat itu, aku juga intens mengikuti acara Sport 7 di pagi hari dan One Stop Football setiap Sabtu dan Minggu pukul 13.30 WIB.
Akhirnya tahun 2005 aku sudah mengidolakan salah satu club Premier League yang kala itu berjaya di level domestik, dengan menjuarai Liga Utama Inggris. Sebut saja, Chelsea FC. Semua juga pada tahu aku mengidolakan klub ini. Sejak saat itu, aku mulai mengenal pemain sepakbola berbakat seperti Petr Cech, John Terry, Frank Lampard, Didier Drogba. Mereka adalah pemain idolaku pada mas itu hingga saat ini.
Hingga saat ini tepatnya pada tahun 2015 aku  masih mengidolakan tim The Blues (Chelsea FC). Tim yang bermarkas di Stamford Bridge ini telah banyak memenangi gelar setelah bangkit dari keterpurukan yang panjang. Kala itu masa keemasan ditandai dengan diambil alihnya saham klub oleh milyurder Rusia, Roman Abramovich. Dengan dana yang melimpah, klub berani mengontrak pelatih hebat bernama Jose Mourinho untuk mendarat di Stamford Bridge.
Di tangan The Special One lah Chelsea mulai berbicara di Liga Domestik dengan menggondol gelar Premier League secara beruntun pada musim 2004/2005 dan 2005/2006. Namun pada musim ketiga, Jose mempersembahkan Piala Carling dan Piala FA kepada Chelsea. Sejak sat itu Chelsea menjadi tim yang disegani di dataran Britania dan Kancah Eropa. Simak tentang Chelsea Berikutnya di catatan-catatanku.
Pokoknya Aku Suka Nonton Bola. (TITIK) Pokoknya Aku Suka Nonton Bola. (TITIK) Reviewed by Bambang Edi Susilo on Wednesday, March 04, 2015 Rating: 5

Post AD

home ads