Relokasi Hati Sesuai Porsi


foto:google

2016 sudah menjulurkan lidahnya. Apakah aku akan menjadi santapan selanjutnya. Tentu saja tidak, kujawab dengan lantang. Waktu terus meninggalkanmu tanpa pesan dan titipan. Dia seperti jelangkung yang datang dan pergi begitu saja. Sekali lagi kukatakan,”Aku bukanlah sabun cuci yang larut dalam air rendaman untuk membersihkan kotoran dan noda di pakaian, tak tergunakan sisanya. Dibuang ke dalam selokan.”
Ok guys, mari kita lupakan tahun lalu (2015). Tahun yang penuh dengan huru hara pertikaian dalam gejolak batin. Tahun yang di dalamnya menimbulkan konflik hati berkepanjangan. Tahun yang menorehkan dilema tentang ingatan kelam tak berkesudahan. Semua itu akan dilupakan dan diformat tanpa sisa.
Selagi harapan masih panjang, kita ulang reformasi kebijaksanaan tindakan dalam menentukan sikap dan perbuatan. Semua yang terjadi ke depannya akan dimanfatkan untuk proses perbaikan. Hati dan pikiran akan membawa kita sampai pada sebuah perubahan. Semuanya akan menjadi dorongan penyemangat untuk meraih masa depan.
Ketika hati telah kebal dengan rasa pilu, itulah salah satu senjata berharga yang dapat membantu. Namun perlu diingat jangan sampai buat malu. Kita bakalan tak sadar ada rasa yang membelenggu. Dia bisa meledak kapan saja layaknya bom waktu. Bahkan orang yang selama ini mengamati akan merasa terganggu. Karena tinggkahmu tak sama seperti dahulu.
Baiknya relokasi hati sesuai dengan porsi. Tak berlebihan ketika mencintai. Jika memberi tanpa meminta kembali. Berusaha ikhlas dalam setiap tragedi yang menghampiri. Semua akan indah jika bisa terlewati. Yakini hati akan ada masanya takdir memberi arti suci. Atas dua insan yang berharap ridho dari sang ilahi.
Kita masih bernafas di bumi yang sama. Tak usah cemas dengan jarak yang ada. Ketika menunggu menjadi bagian dari cerita kita. Ingatlah ada Tuhan kan memberi jawaban atas penantian panjang bahtera kehidupan dunia yang tak sempurna.
Mari kita restorasi hati yang lelah.  Mari kita refresh semangat tanpa amarah, mari kita tersenyum meluruskan mimpi yang belum terarah. Karena ada tuhan yang kan selalu menjadi pengarah.
Jangan takut menantang takdir. Hinggapilah mimpi walau peluh terus mengalir. Pengorbanan takkan berkhianat pada usaha yang terukir. Titik balik kepiluan hati akan berakhir. Kuncinya hanya satu, selalu berusaha melawan rasa malas yang mempolitisir.

Relokasi Hati Sesuai Porsi Relokasi Hati Sesuai Porsi Reviewed by Bambang Edi Susilo on Saturday, January 30, 2016 Rating: 5

Post AD

home ads