LGBT Dapat Menular


foto:google

Medan
Maraknya perbincangan mengenai kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di tanah air mendapat perhatian khusus oleh beberapa kalangan pemerintahan dan akademisi. Ada yang beranggapan LGBT dapat menular dan setiap orang berpotensi menjadi pengidap LGBT.

Hal ini disampaikan seorang Psikolog, Nurussakinah Daulay, M.Si. Ia mengatakan bahwa LGBT itu perilaku yang bisa dibentuk. Faktor utama pembentuknya dari lingkungan. Dalam psikologi sendiri ada pendekatan behaviorisme yang intinya bahwa manusia itu makhluk belajar. Perilaku manusia itu timbul karena belajar dari lingkungan. Jadi jika dikaitkan dengan kasus LGBT setiap orang bisa berpotensi menjadi pengidap LGBT jika lingkungan mendukung.

Ia menambahkan banyaknya kasus LGBT ini harus ditindak sejak masa anak-anak. Faktor keluarga yang paling utama sekali. Banyak kita saksikan sekarang ini film-film bahkan sinetron menampilkan sosok laki-laki dengan lemah gemulai atau bencong. Kemudian anak-anak sering kali menontonnya. Ini juga menjadi indikasi bahwa LGBT itu marak.

Awasilah Anak
“Jadi dampingi anak ketika menonton film-film yang sebenarnya banyak tidak bermanfaat, orangtua dalam hal ini sebagai pengawasnya,” tegas Nurussakinah yang merupakan dosen Psikologi Klinis.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa LBGT ini terbentuk dari lingkungan. jadi hati-hati dengan orang tua dalam pemberian tablet/gadget kepada anak. Pantau terus. Karena sekarang situs-situs yang seperti ini semakin gampang untuk didapati. Kemudian anak punya grup di gadget. Seperti grup line. Grup wa yang intinya grup ini mengumbar seks atau grup LGBT. Jadi ini benar-benar perilaku yang terbentuk dari lingkungan dan teman sekantor.

“Anak-anak yang terkena LGBT biasanya berasal dari keluarga yang tidak bahagia. Orang tua yang sibuk dengan dunianya. Orang tua yang tidak memperhatikan anaknya. Anak tidak diajak untuk mengenal agama lebih lanjut. Karakter anak tidak dibina sejak dini. sehingga anak merasa kosong dari sisi jiwanya,”tambah Nurussakinah

Kemudian ketika berinteraksi di luar rumah didapatinya teman-temannya yang dia merasa cukup memperhatikannya sehingga anak masuk ke dalam lingkup LGBT. Orang tua adalah madrasah buat anak. Jaga dan sayangi anak dengan sepenuh hati. Anak merupakan amanah dari Allah dan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.

Salah seorang dosen tafsir UINSU Drs. Abd. Halim Nasution, M.Ag menyingung bahwa LGBT timbul karena program penggagas HAM pada masa yang lalu, yang pada masa itu pembuat dan yang menyetujui konsep HAM ini tidak menyadari pada masa itu.

Ia menceritakan bahwa ada satu kisah yang menjadi bahan renungan bagi kita, masalah ini telah ada diinformasikan Alquran pada masa Nabi Luth 'alaihissalam yang memberantasnya pada masa itu langsung Sang Pemilik Kekuasaan yakni Allah SWT, dengan menghancurkan negeri di masa itu.

Mengenai pencegahan agar LGBT tidak tercemar ke kampus, Ia mengatakan perlu ada komitmen dari para pimpinan, pegawai dan dosen. Komitmennya sebenarnya tidak sulit, kesediaan memulai dari diri sendiri untuk memperbaiki sistem dan aturan yang menutup gerak dan paham LGBT masuk ke dalam kampus.

LGBT Menyimpang
Seperti dilansir dari berbagai media nasional, Majelis Ulama Indonesia MUI tetap bersikukuh pada pandangan bahwa LGBT merupakan perbuatan menyimpang. Sekjen MUI Anwar Abbas mengatakan dalam perspektif agama, LGBT merupakan perbuatan menyimpang karena secara agama hanya ada dua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Ia juga menilai LGBT sangat merugikan kehidupan manusia.

"Mengapa oleh agama LGBT ini dilarang, salah satunya secara rasional saja deh kalau praktek LGBT ini ditolerir maka punahlah manusia di muka bumi ini. Tidak akan pernah laki-laki yang kawin dengan laki-laki akan melahirkan keturunan. Tidak mungkin perempuan kawin dengan perempuan akan melahirkan keturunan," jelas Anwar.(silo)

Berita ini terbit di Harian Analisa pada Minggu, 14/2/16
LGBT Dapat Menular LGBT Dapat Menular Reviewed by Bambang Edi Susilo on Tuesday, February 16, 2016 Rating: 5

Post AD

home ads