Trusted Media Summit 2018: Menangkal Penyebaran Hoax Dengan Aplikasi Cekfakta

Hari ini aku hadir di acara Trusted Media Summit 2018. Sebuah konferensi media siber yang ada di Indonesia bersama-sama dengan komunitas peduli berita hoax dan masyarakat berdiskusi untuk menangkal penyebaran berita hoax.

Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Saat pembukaan acara, R. Niken Widiastuti, dari Dirjen Infokom Kemenkominfo RI mengatakan, "Mari sehatkan dunia maya dan dunia nyata".Ia juga bilang agar anak muda Jangan mudah baper  dan mengajak untuk membangkan energi positif untuk mengajak masyarakat terhindar dari informasi hoax

Selanjutnya dari ketua AJI Pusat, Abdul Manan mengatakan Pemanfaatan media sosial yang tinggi, manusia seperti hidup di dalam solitare dan sangat cepat memperoleh informasi. Ia juga mengajak masyarakat harus tidak mudah percaya pada informasi yang disebar dari manapun dan memverifikasi informasi yang diterima dengan sikap skeptis

Kegiatan ini juga dihadiri  Bryan perwakilan dari Internews Google sebagai penyedia penyebaran informasi. Dalam kegiatan ini akan ada penandatanganan petisi untuk menolak berita hoax dari 22 media siber Indonesia yang terverifikasi dari Dewan Pers.

Acara dilaksanakan di Hotel Grand Melia Jakarta. Acara berlangsung selama 2 hari. Kegiatannya teepentingnya adalah training mengecek berita yang hoax atau tidak dengan cara membuka aplikasi cekfakta.com. Di laman tersebut akan diverifikasi berita yang kita dapatkan hoax atau bukan.
Trusted Media Summit 2018: Menangkal Penyebaran Hoax Dengan Aplikasi Cekfakta Trusted Media Summit 2018: Menangkal Penyebaran Hoax Dengan Aplikasi Cekfakta Reviewed by Bambang Edi Susilo on Saturday, May 05, 2018 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads