Ikhlas Untuk Melepas

Cerita ke 14

Ada yang bilang, pelajaran hidup yang paling sulit untuk kita terapkan adalah ikhlas. Sangat jarang sekali orang yang hidup di dunia ini memiliki sikap ikhlas. Jikapun ada, bisa dihitung dengan jari. Dan tentu sangat sulit melihat kadar keikhlasan seseorang. Karena memang hatilah muara ikhlas tadi. Sehingga dirinyadan Allah sajalah yang dapat mengetahui kadar keikhlasan seseorang.

Ngomongin ikhlas, gak bisa dipisahin dengan melepas. Artinya, kita harus benar-benar memahami bahwa apa yang kita miliki hari ini adalah titipan, pinjaman. Suatu hari nanti ia kan diambil oleh pemiliknya. Misalnya kecantikan, suatu hari nanti jika kita sudah berumur, keriput akan mulai muncul di bagian tubuh kita. Dan itu hal yang pasti, kecuali dia pake susuk. Eh.

Pada akhirnya kita harus melepas apa yang memang benar-benar bukan milik kita seutuhnya. Harta, tahta, rupa hanyalah sementara. Tak ada yang abadi. Kecuali ketiga tersebut bisa kita pertangungjawabankan untuk kebaikan. Tentu manfaatnya bisa kita rasakan meski nanti akhirnya kita kembali.


Hari ini kita tampak jumawa dengan apa yang kita miliki. Kita bisa berkuliah dengan dengan tenang dan damai. Setiap hari mendapat tunjangan kuliah dari orangtua ataupun beasiswa dari negara. Kita juga difasilitasi dengan sangat enak dan dipermudah segala urusannya. Padahal apa yang kita nikmati hari ini takkan lama lagi juga dicabut. Hanya menunggu waktu, percayalah.


Dengan bangganya kita memiliki kekasih yang cantik, pengertian, sholehah. Padahal sifat dan wujud manusia dapat berubah kapanpun Ia mau. Hari ini dia tampak seperti bidadari yang menuruti segala keinginanmu, gak tau esok ia berubah jadi monster yang siap menerkammu saat lengah. Begitulah hidup, kadang indah kadang pula buat hati menjadi marah.


Hari ini kita mendapatkan pekerjaan yang layak, terpandang dan memiliki jabatan. Menganggap apa yang diperoleh hari ini hasl dari keringat sendiri. Toh, kesemuanya itu tak lain adalah kemurahan Tuhan. Jika Ia tak berkehendak, mungkin hari ini kau masih meniup peluit di depan ruko yang berjejer kendaraan terparkir.


Mulai hari ini, tanamkan dalam hati bahwa apa yang menjadi milik kita hari ini adalah titipan. Spaya kedepannya saat ia hilang atau diambil, kita sudah siap dan tak begitu meratapi sebuah kehilangan. Tak sepatutnya kita menyesali sesuatu yang memang bukan milik kita seutuhnya. Apa gak mau sama Tuhan?


Imam Al-Ghazali mendefinisikan ikhlas sebagai perlakuan disertai niat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jadi ikhlas ini adalah bentuk kemurnian dari sebuah hati. dan semata-mata segala sesuatu yang kita miliki adalah karena kebesaran Allah Ta’ala.


Jadi, sebaiknya hati ini haruslah memiliki sifat tulus dan menselaraskan antara ucapan dan di hati. karena belum tentu apa yang terucap sama dengan apa yang ada di dalam hati. aku rasa memang benar kata orang-orang, ikhlas adalah pelajaran hidup yang sulit untuk diterapkan orang-orang. Jadi, kamu udah ikhlas menerima aku apa adanya? eh

#Chalengewithyou

Baca di bawah ini cerita sebelumnya.

Cerita 1 - Kegagalan disini
Cerita 2 - tentang Perjuangan disini
Cerita 3 - Rindu Mantan disini
Cerita 4 - Virus Yang Paling Mematikan disini
Cerita 5 - Memaksa Tuhan Mengabulkan Impianmu disini
Cerita 6 - Sosok Inspiratifku Adalah Kamu disini
Cerita 7 - Temu Yang Bersebab disini
Cerita 8 - Wanita Rapuh dan Baperan disini
Cerita 9 - Tinggalkan Kenangan Terbaik disini
Cerita 10 - Jarak Yang Mengajarkan disini
Cerita 11 - Mandiri Sejak Dini disini
Cerita 12 -Penyemangatku disini
Cerita13 - Emansipasi Yang Seutuhnya disini

Ikhlas Untuk Melepas Ikhlas Untuk Melepas Reviewed by Bembengers on Sabtu, Mei 16, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar

Berkomentarlah yang sopan dan bijak..

Post AD

home ads