Tak berKiblat

Awal yang sulit untuk memulai sebuah cerita. Yah, hari ini aku kelelahan. Kelelahan yangsangat melelahkan. Sehingga menyebabkan sebuah permalasan dalam perngetikanpercatatan ini. Apa sich bahasanya. Mulai kena virusnya bembeng ni. Apalagi ini.Bukannya yang nulis si bembeng?????(&*)

Akumau curhat ni. Tadi malam aku tidur jam 2 pagi. Beginilah jadinya. Malamnya begitusulit untuk beraktivitas (kayak kalong aja). Padahal niatnya mau nulis. Tapi malahnulis. Hehehehe. Setengah gak sadar kayaknya. Ini disebabkan begitu padatnyaaktivitas yang kulalui dihari Jum’at. Padahal jum’atlah aku terbebas dari yangnamanya kuliah. Namun, di jurusan yang lain, yaitu Dinamika. Aku gak bisaabsen. Hehehehhe. Lebay ni.

                                                                     *****
Taugak tadi pagi aku sempat aerobikan dengan Lana Molen. Waaah pasti seru ya. Apanyayang seru, malah aku disuruh megangin kakinya karena dia mau sit-up diantaraaerobikan. Gak enak banget kan. Sambil megang kakinya, malah tersentuh pulakbulu kakinya yang gondrong kayak hutan sabana. Belum lagi, keringatnya yangbauk haram. Wiiiiiiiach, menjijikkan sekali. Hina....hina banget aku ketikaitu. Tapi sialnya aku mau disuruhnya.
Hahaha,mungkin aku dan bang Molen uda jodoh kalee. Punya beberapa hobi yang sama. Aerobikansama, nge hits sama, jalan sama, bahkan istinja’ aja pernah sama. Sama-samaistinja’ di bilik yang berbeda maksudnya. Kayaknya udahan dech ngomongin orangtua. Ntar susah nafas dia diceritain. Cerita abang sekian aja ya. Ntar gak adahabisnya law bahas abang terus.

Berlanjut, ketika itujam telah merangkak ke angka 9 pagi. Tak terasa sudah beberapa anak magang yangterlihat datang. Termasuk Amri yang katanya pernah jadi artis walau hanyabeberapa menit. Hahahaha. Itu ketawa menghargai loooh. Woles mri. Tak lamarekan Amri berdatangan untuk mengisi absen. Namun sebelum mereka bergegaskeluar sekret aku menodongi dengan sebuah pertanyaan klasik.

“kalian piket ya?”
“iya bang, kok tau”
“yaudah, langsung aja mankan ya?”
“iya ni kan mau piketbang jawab mereka”

Sembari merekamembersihkan sekret, sengaja aku menghibur mereka dengan jogetan ala patkay(laupenasaran bisa dipraktekkan besok). Berharap mereka bersemangat. Tapi kelihatannyahanya senyuman dan tertawaan yang muncul. Kurasa sudah sedikit menghibur. Padahalancooor.

Tak lama, aku berniatpulang ke kost untuk sekedar membersihkan badan. Walaupun Cuma menghabiskan air2 timba kecil. Aku sudah bisa menyebutnya mandi. Yah, semenjak akhir tahun 2012kemaren aku memang sering tidur di sekret, hal ini mengurangi jatah mandikuyang hanya bisa aku kerjakan 1 kali dalam sehari. Namun, aku bangga dengan akuyang sekarang. Karena, aku telah menghemat air beberapa liter. Aneh ni anak. Bikinorang muntah tau gak dekat2 mu mbeng.

Awalnya sich tidur disekret dikarenakan deadline majalah. Namun, kenyataannya malah berlanjut hinggasaat ini. Aku ketagihan tidur di sekret yang berpenghuni ribuan predator yanghaus akan darah. Tapi aku ambil positifnya aja. Dengan begitu aku menyelamatkannasib ribuan nyamuk yang kelaparan tak dapat asupan darah. Annnneh.

                                                                             *****
Aku bersyukur sich bisa bertahan berada di sini(D). Dari sekian puluh orang yangberkompetisi, hanya hitungan jari yang tersisa. Aku salah satu di dalamnya. Yahhh,angkatanku hanya tersisa 7 orang. Angkatan yang aku namai Lucky Seven. Tujuh orangyang punya banyak kelebihan dan sedikit kekurangan. Hahahaha, membanggakanangkatan ni ceritanya. Tapi aku rasa dari ketujuh itu, akulah yang palingfenomenal. Narsis lagi...narsis lagi. Iya, kenapa tidak!!!!! Begitu banyakvirus yang aku sebar untuk Dinamika. Bukan hanya 1 atau 2 orang saja yang kena imbasnya.Tapi seluruh pengurus dari jajaran teratas sampai terbawah pada terinfeksi. BahkanDewan Penasehat juga tak mau kalah berlomba mengikuti virus yang aku legalkan.

Tapi, yang perlu kaliantau bahwa dibalik itu semua tersimpan rencana jahat yyang telah lama akusimpan. Yaitu satanisme. Hahahahhaha. Aku salah satu dari kesatria templar yangingin menghancurkan peradaban manusia. Waaah, waaah. Misi rahasia ni. Dampak SNZ[1]ne. Mana jali dan bibeh. Sebagai Panitia Penyelenggara kegiatan kalian harusbertanggung jawab atas bergabungnya aku ke dalam lembah kegelapan satanisme.Becanda loooooe.

Kayaknya dari tadi gakbener ni tulisan. Ngalor ngidul tak punya kiblat. Baiklah, malam ini aku Cuma maubilang terima kasih untuk gadis mungil berparas manis yang telah menemanikuhari ini. Mudah-mudahan ini berlanjut indah pada waktunya.

Salam  Gerakan1 hari 1 tulisan.

[1]Seminar NasionalZionisme yg diadakan LPM Dinamaika IAIN SU tahun 2011





Tak berKiblat Tak berKiblat Reviewed by Bambang Edi Susilo on Wednesday, February 05, 2014 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads